Saya

Di Berastagi, sebuah kota yang tak terlalu besar tetapi megah dan riuh dengan kenangan, saya memulai perjalanan hidup. Lahir pada 26 Mei, saya bertumbuh dan bersekolah hingga jenjang menengah atas di kota yang berjarak kurang lebih 52 KM dari Medan, ibukota Sumatera Utara itu. Terlalu banyak kenangan, terutama kenangan manis dan kebodohan dramatis, yang terjadi dan tentu saja tidak bisa dilupakan.

 

Pengisian asal dan tanpa alasan jelas pada lembar pilihan SNMPTN membawa saya melanjutkan studi ke Universitas Padjadjaran, Bandung. Saya belajar hukum di sana kurang lebih empat tahun dan lulus pada 2012. Bandung tidak hanya menyediakan rangsangan intelektual, tetapi juga soal kepekaan. Ini berhasil membentuk saya ketika meleburkan diri dengan aktivitas di luar kelas.


Selepas itu, saya mengambil jalan hidup sendiri. Dengan keyakinan penuh bahwa yang dibayangkan adalah jalan terbaik, saya pindah ke Jakarta dan bergabung dengan sebuah lembaga penelitian di bidang hukum dan kebijakan untuk beberapa tahun. Beberapa tahun setelahnya, saya bergabung sebagai pengajar di STH Indonesia Jentera dan sempat menjadi Kepala Departemen Hukum Pidana.

 

Dengan perjalanan singkat ini, saya bekerja dan tertarik meskipun tidak terbatas pada isu kuasa pada hukum pidana, pengalaman sehari-hari di hukum pidana, hukum pidana pada konteks sosial, hak asasi manusia, dan integritas peradilan pidana. Topik-topik yang berat tetapi saya berkeinginan untuk menjadikannya tidak elitis.


Entah mengapa saya sedikit rajin menulis dan bekerja. Dengan kesadaran dan ketidaksadaran itu, saya sudah menghasilkan lebih dari 100 publikasi dari buku hingga tulisan pada jurnal, media massa, dan sebagainya. Jika pernah bertemu kerja saya dan merasa tertarik, dengan senang hati saya bisa kirimkan. Tujuan dari paragraf ini untuk berbagi kerja-kerja yang sudah pernah dilakukan dan mencari peluang kebermanfaatannya.

 

Saat ini, saya sedang belajar dengan tekun dan sedikit bermain-main di Oñati International Institute for the Sociology of Law, Universidad del Pais Vasco, di Oñati, Basque, Spanyol. Saya berencana menulis tesis soal hukum pidana dan kaitannya dengan politik layar (film), terutama mencari batasan hukum pidana sampai di mana. Sebagai penganut pembatasan hukum dalam keseharian, saya sedang mengumpulkan niat untuk membaca dan menulis soal itu.

 

Sejujurnya, saya tidak tahu ingin menulis apa pada bagian ini, kecuali peluang-peluang pertautan secara personal dan sosial.

 

Oh ya, nama saya Miko Ginting. Panggil saja Miko.